Cuma Bagi-Bagi Air Mineral dan Rokok, KarSa Dibilang Money Politics
Jember - Seberapa jauh batasan money politics? Kalau ditanyakan kepada anggota Panitia Pengawas Pemilihan Gubernur Jatim Kabupaten Jember Abdul Muis, bag-bagi air mineral dan rokok pun dianggap money politics.
Saat meninjau kampanye di Lembaga Pemasyarakatan Jember, Jumat (18/7/2008), Muis melihat tim sukses KarSa membagikan air mineral dan berbungkus-bungkus rokok bergambar pasangan Soekarwo - Saifullah Yusuf.
"Ini sudah melanggar dan ini juga bagian dari money politics. Kami catat berbagai pelanggaran yang telah dilakukan pasangan Karsa," ujarnya.
Muis menyayangkan pelanggaran yang dilakukan tim sukses KArsa tersebut. Namun meski demikian Panwas hanya akan mencatat berbagai pelanggaran selama kampanye pasangan cagub yang ada di Jember.
"Tidak ada yang kita laporkan ke polisi. Hanya kita catat saja, seperti pembakaran poster KarSa beberapa waktu lalu," ujarnya.
Jumat siang sebelum sholat Jumat, ada tim sukses tiga pasangan cagub yang melakukan kampanye di Lapas. Masing-masing yakni pasangan KarSa yang diwakili anggota dewan asal PAN, Rendra Wirawan, pasangan Achsan yang diwakili anggota FKB, Wakik, dan pasangan Salam diwakili Lora Holil. [her/wir]
Jumat, Juli 18, 2008
Selasa, Juli 15, 2008
Pembakaran Poster KarSa Dianggap Iklan Gratis
sumber: beritajatim.com
Jember – Tim sukses pasangan kandidat Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) tidak berniat memperkarakan pembakaran poster milik mereka di wilayah perumahan Taman Gading. Mereka menganggap itu sebagai iklan gratis.
Rendra Wirawan, salah satu anggota tim sukses KarSa mengatakan ini, di kantor Panitia Pengawas Pilgub Jember, Selasa (15/7/2008).
"Tidak akan kami laporkan karena ditangani Panwas sudah cukup. Biar masyarakat tahu bahwa kita tidak arogan," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua GP Ansor Jember, Babun Suharto, karena menurutnya peristiwa pembakran tersebut merupakan iklan gratis di media massa . Ini sekaligus menunjukkan bahwa tim KArsa tidak semena-mena, dengan melaporkan ke Polisi oknum yang membakar dua poster Karsa.
Sementara itu anggota Panwas Abdul Muis menegaskan, pihaknya tidak bakal melaporkan kejadian pelanggaran kampanye tersebut ke polisi.
Menurut Muis, tim sukses KarSa tidak berkenan melaporkannya. "Timnya tidak mau melapor, jadi ya kita catat saja," ujarnya.
Padahal peristiwa pembakaran tersebut sudah termasuk pada tindakan kriminal. "Merusak alat peraga itu sudah termasuk tindakan criminal, jadi itu sudah kewenangan kepolisian, bukan Panwas lagi," kata Muis. [her/wir]
sumber: beritajatim.com
Jember – Tim sukses pasangan kandidat Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) tidak berniat memperkarakan pembakaran poster milik mereka di wilayah perumahan Taman Gading. Mereka menganggap itu sebagai iklan gratis.
Rendra Wirawan, salah satu anggota tim sukses KarSa mengatakan ini, di kantor Panitia Pengawas Pilgub Jember, Selasa (15/7/2008).
"Tidak akan kami laporkan karena ditangani Panwas sudah cukup. Biar masyarakat tahu bahwa kita tidak arogan," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua GP Ansor Jember, Babun Suharto, karena menurutnya peristiwa pembakran tersebut merupakan iklan gratis di media massa . Ini sekaligus menunjukkan bahwa tim KArsa tidak semena-mena, dengan melaporkan ke Polisi oknum yang membakar dua poster Karsa.
Sementara itu anggota Panwas Abdul Muis menegaskan, pihaknya tidak bakal melaporkan kejadian pelanggaran kampanye tersebut ke polisi.
Menurut Muis, tim sukses KarSa tidak berkenan melaporkannya. "Timnya tidak mau melapor, jadi ya kita catat saja," ujarnya.
Padahal peristiwa pembakaran tersebut sudah termasuk pada tindakan kriminal. "Merusak alat peraga itu sudah termasuk tindakan criminal, jadi itu sudah kewenangan kepolisian, bukan Panwas lagi," kata Muis. [her/wir]
Langganan:
Postingan (Atom)